Seputar TEI 2009
Produk Jasa dan Ekonomi Kreatif Mendapat Perhatian Besar
Produk Jasa dan Ekonomi Kreatif Mendapat Perhatian Besar
Produk Jasa dan Ekonomi Kreatif Mendapat Perhatian Besar
Jakarta, 30 Oktober 2009 – Nilai transaksi ekspor Trade Expo Indonesia (TEI) 2009 pada dua hari pertama, yakni hingga 29/10 pukul 16.00 WIB tercatat sekitar USD44juta. Produk mebel adalah produk dengan nilai transaksi tertinggi, diikuti oleh produk Food & Beverages dan produk makanan olahan.Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), Hesti Indah Kresnarini mengatakan, dari sisi pembeli, jumlah transaksi terbesar ditempati oleh pembeli dari Jerman, Selandia Baru, Korea Selatan, Australia, dan India. Adapun jumlah buyer hingga waktu penutupan hari pertama 28/10 mencapai 2,084 orang, sedangkan pada hari kedua 29/10 pukul 20.00 WIB tercatat sebesar 2,385 orang, sehingga total buyer yang berkunjung sebesar 4,469 orang dari 90 negara dimana non tradisional adalah sebesar 74 persen dan tradisional sebesar 26 persen.
“Meskipun pemulihan ekonomi atas krisis global berlangsung lambat, namun TEI terus mencatat pertumbuhan transaksi yang positif. Furniture masih menempati posisi teratas sebagai produk yang paling diminati buyer, namun kami juga melihat minat buyer yang tinggi terhadap produk-produk lainnya, khususnya produk jasa dan industri kreatif,” tegas Hesti.
Salah satu peserta TEI 2009, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI, lokasi di Hall A1) telah mendapatkan inisiasi untuk penempatan tenaga kerja terlatih, seperti perawat dan pengasuh orang jompo untuk bekerja di berbagai rumah sakit di Jepang. BNP2TKI adalah Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI atau LPND yang memberikan advokasi, penempatan, perlindungan serta promosi tenaga kerja terlatih ke luar negeri. Pada hari ini pukul 14.00 WIB, BNP2TKI juga telah melakukan pertemuan dengan para Atase Perdagangan dan Kepala ITPC untuk menjajaki perluasan pasar di luar negeri.
Hari ini TEI 2009 kembali menyelenggarakan Tur Akademik dan menerima kunjungan Universitas Indonesia. Sebanyak 21 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi telah melakukan kunjungan ke APU dan Hall A untuk menyaksikan produk-produk unggulan Indonesia. Eratnya hubungan dunia akademis dengan industri juga ditemukan di TEI. Hal ini ditandai oleh kehadiran ‘Paramadina Latto Furniture Design Challenge 2009’, kompetisi yang diselenggarakan oleh Program Studi Desain Produk Industri, Fakultas Ilmu Rekayasa (Enginering Science) Universitas Paramadina. Desain-desain finalis tersebut telah dibeli dan akan dikembangkan oleh Latto Pacific, perusahaan furniture asal Spanyol. Hal ini menunjukkan bahwa desain anak bangsa diperhitungkan oleh perusahaan mebel dunia, dan terbukti mampu bersaing di pasar internasional.
‘Paramadina Latto Furniture Design Challenge 2009’ merupakan kerjasama antara Universitas Paramadina dengan Latto Pacific yang berlangsung pada bulan Agustus hingga Oktober 2009. Universitas Paramadina sendiri bekerjasama dengan BPEN memamerkan furniture kreasi para finalis di Hall F / Open Space, dan merupakan salah satu upaya BPEN dalam mendorong dan mengembangkan potensi ekspor ekonomi kreatif. Penghargaan kepada para pemenang kompetisi akan disampaikan pada Minggu, 1 November 2009 di fairground TEI 2009 oleh Kepala BPEN Hesti Indah Kresnarini bersama dengan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan.
Salah satu peserta TEI 2009, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI, lokasi di Hall A1) telah mendapatkan inisiasi untuk penempatan tenaga kerja terlatih, seperti perawat dan pengasuh orang jompo untuk bekerja di berbagai rumah sakit di Jepang. BNP2TKI adalah Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI atau LPND yang memberikan advokasi, penempatan, perlindungan serta promosi tenaga kerja terlatih ke luar negeri. Pada hari ini pukul 14.00 WIB, BNP2TKI juga telah melakukan pertemuan dengan para Atase Perdagangan dan Kepala ITPC untuk menjajaki perluasan pasar di luar negeri.Hari ini TEI 2009 kembali menyelenggarakan Tur Akademik dan menerima kunjungan Universitas Indonesia. Sebanyak 21 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi telah melakukan kunjungan ke APU dan Hall A untuk menyaksikan produk-produk unggulan Indonesia. Eratnya hubungan dunia akademis dengan industri juga ditemukan di TEI. Hal ini ditandai oleh kehadiran ‘Paramadina Latto Furniture Design Challenge 2009’, kompetisi yang diselenggarakan oleh Program Studi Desain Produk Industri, Fakultas Ilmu Rekayasa (Enginering Science) Universitas Paramadina. Desain-desain finalis tersebut telah dibeli dan akan dikembangkan oleh Latto Pacific, perusahaan furniture asal Spanyol. Hal ini menunjukkan bahwa desain anak bangsa diperhitungkan oleh perusahaan mebel dunia, dan terbukti mampu bersaing di pasar internasional.
‘Paramadina Latto Furniture Design Challenge 2009’ merupakan kerjasama antara Universitas Paramadina dengan Latto Pacific yang berlangsung pada bulan Agustus hingga Oktober 2009. Universitas Paramadina sendiri bekerjasama dengan BPEN memamerkan furniture kreasi para finalis di Hall F / Open Space, dan merupakan salah satu upaya BPEN dalam mendorong dan mengembangkan potensi ekspor ekonomi kreatif. Penghargaan kepada para pemenang kompetisi akan disampaikan pada Minggu, 1 November 2009 di fairground TEI 2009 oleh Kepala BPEN Hesti Indah Kresnarini bersama dengan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan.
Informasi lebih lanjut hubungi :
Robert James Bintaryo | Frida Adiati |
FASILITAS
Berita Pilihan
Terpopuler
