Trade Expo Indonesia 2009

Pameran Internasional Menampilkan Potensi Indonesia Tanpa Batas
Desain dan acara TEI disiapkan untuk menampilkan potensi Indonesia tanpa batas, mulai dari kekayaan alam hingga sumber daya manusia. Kreativitas dan inovasi juga memberi nilai tambah dan menjadi sumber kekuatan Indonesia dalam memproduksi produk-produk menggunakan merek sendiri.
“Dengan meningkatnya persaingan dunia, Indonesia harus tampil lebih baik; menjaga kualitas dan orisinalitas produk dan jasa. TEI menampilkan keunggulan Indonesia dalam menghasilkan produk dan jasa bermutu serta bernilai tambah. Sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber daya dan warisan budaya tanpa batas, kita memiliki peluang untuk menghasilkan produk yang unik yang diminati pasar internasional. Tantangannya kini adalah bagaimana kita mengolahnya secara bijaksana dan mempromosikannya kepada dunia, dan TEI merupakan wadah yang tepat untuk tujuan tersebut” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela-sela acara konferensi pers seusai acara Opening Ceremony TEI ke-24 di JIExpo Kemayoran.TEI adalah kegiatan internasional yang telah diagendakan oleh para buyer dari manca negara. Hingga acara pembukaan berlangsung, telah tercatat 7,985 buyer dari 86 negara yang menyatakan kehadirannya di acara ini. Upaya promosi penyelenggaraan TEI juga dilakukan oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang berada di 20 kota di 19 negara, maupun Atase Perdagangan yang berada di 24 negara, dan tentu saja Kedutaan Besar kita di luar negeri. Di antara buyer yang datang, sebanyak 1,039 buyer tergabung dalam misi dagang yang berasal dari 43 negara.
“Upaya pengembangan ekspor lebih dilakukan secara pro-aktif melalui berbagai program yang melibatkan berbagai instansi dan pihak terkait secara menyeluruh dan terpadu, antara lain adalah menyelenggarakan pameran berstandar internasional seperti TEI, mengembangkan dan membuka kelembagaan ekspor di luar negeri seperti Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) untuk mengintensifkan kegiatan promosi bagi produk Indonesia di negara target pasar, meningkatkan volume dan nilai ekspor Indonesia di target-target pasar, juga melakukan diversifikasi pasar dan produk untuk peningkatan dan perluasan pasar ekspor, khususnya ekspor nonmigas,” tegas Mendag.
Berdasarkan daftar kehadiran buyer, tercatat berasal dari 27 negara tradisional dan 59 negara non tradisional. Diversifikasi pasar terbukti efektif membantu upaya Indonesia melalui krisis ekonomi global. Depdag terus menggali peluang di pasar non-tradisonal, serta tetap memelihara kelangsungan perdagangan dengan pasar tradisional. Untuk mengembangkan produk agar memiliki keunggulan, inovasi dan nilai tambah, Depdag juga terus melakukan diversifikasi produk. Pada TEI ke-24 ini, Depdag akan menampilkan 200 produk/merek baru hasil pemberdayaan UKM ekspor, yang berpotensi menjadi alat penggerak perekonomian yang lebih tangguh dalam menghadapi krisis.
Sejak penyelenggaraan TEI ke-21, Depdag aktif melakukan revitalisasi untuk meningkatkan kualitas pameran ekspor Indonesia dan mensejajarkannya dengan pameran-pameran dagang bergengsi dunia. Pengembangkan konsep Anjungan Produk Utama (APU) yang menampilkan produk-produk ekspor unggulan merupakan salah satu agenda utama revitalisasi ini. Pada TEI ke-24, konsep APU akan diperluas ke Hall A dan di arena terbuka.
APU tahun ini menampilkan delapan (8) zona dengan tema berbeda-beda yang menyajikan potensi Indonesia tanpa batas, membuat perjalanan berkeliling APU berbeda dan penuh kejutan. Perjalanan di APU dimulai dari pintu utama melewati magic floor dengan layar LED yang menampilkan peta ekspor Indonesia. Main entrance APU menggunakan partisi yang didesain dari anyaman bambu, menyimbolkan keragaman Indonesia dan semangat Sumpah Pemuda sebagai satu tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia. Salah satu zona di APU adalah Indonesia Destination yang menampilkan kekayaan laut, darat dan budaya Indonesia. Zona selanjutnya adalah Indonesia Hidden Treasure, mengungkap potensi produk Indonesia yang belum banyak diketahui umum. Zona Surprisingly Indonesia, adalah zona yang menampilkan produk-produk strategis Indonesia seperti robot, knalpot purbalingga, dokumentasi pemenang olimpiade science dan jasa penelitian. Zona-zona lainnya yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi adalah zona Undiscovered Indonesia, Indonesia Discovers, Indonesia Opportunity, Indonesia Time to Explore dan zona Bazaar.
“Indonesia terus meningkatkan kualitas produk dan jasanya untuk melayani pasar global. Tidak hanya sebagai produsen, kini Indonesia menerapkan penyelenggaraan event yang memenuhi standar internasional. Panitia bekerja keras meningkatkan dan menjaga kualitas penyelenggaraan pameran, sehingga baik eksportir maupun buyer aman dan nyaman melakukan transaksi di fairground. Penyelenggaraan TEI ke-24 ini juga selaras dengan tujuan Indonesia yang ingin mengokohkan nation branding sebagai bangsa kreatif,” tambah Mendag.
Revitalisasi tahun ke-5 sekaligus tahap akhir, rencananya akan selesai dilakukan saat Trade Expo ke-25 berlangsung pada tahun 2010. Program revitalisasi lain yang dicanangkan di TEI 2009 adalah tercapainya pemanfaatan teknologi informasi secara komprehensif sebagai pendukung pelaksanaan pameran.
Nilai total ekspor Indonesia pada Agustus 2009 mencapai USD10,55 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 8,89 persen dibanding ekspor bulan Juli 2009. Ekspor nonmigas Agustus 2009 mencapai USD8,91 miliar, naik 8,76 persen dibanding bulan Juli 2009. Meskipun ikut terkena imbas akibat krisis ekonomi global seperti halnya negara-negara lain di dunia, nilai ekspor produk Indonesia kembali menunjukkan pergerakan positif sejak awal tahun 2009.
PENGHARGAAN PRIMANIYARTA 2009
Pada acara pembukaan TEI 2009, Menteri Perdagangan juga menyampaikan Penghargaan Primaniyarta 2009 kepada perusahaan-perusahaan eksportir terbaik. Para pemenang adalah perusahaan yang dinilai memiliki kinerja ekspor baik, keuangan sehat, dan tidak tersangkut masalah hukum dalam bidang perbankan, pajak, bea cukai, lingkungan maupun masalah ketenagakerjaan. Ke-26 pemenang tersebut terbagi dalam 4 kategori penilaian, yaitu:
- Eksportir Berkinerja (12 perusahaan);
- Pembangun Merek Global (6 perusahaan);
- UKM Ekspor (6 perusahaan);
- Pelaku Ekspor Ekonomi Kreatif (2 perusahaan).
“Penghargaan Primaniyarta 2009 adalah yang ke-13 kali, dan ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang mengekspor produk dan jasa dari Indonesia dengan prestasi baik. Pemerintah berharap pemberian penghargaan ini akan memotivasi perusahaan Indonesia lainnya untuk selalu kreatif dan inovatif, serta terus meningkatkan kualitas produk dan jasa, khususnya dalam melayani pasar global,” lanjut Mendag.
FORUM ‘TOURISM, TRADE AND INVESTMENT’ DAN DIALOG BISNIS
Rangkaian kegiatan penting lainnya pada TEI ke-24 adalah penyelenggaraan ’Trade Tourism & Investment Forum’ pada 28 Oktober 2009 dengan menghadirkan pembicara antara lain Menteri Perdagangan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata serta Wakil Kepala BKPM pada sesi pertama, serta KADIN dan Mr. Tim Riches dari Singapura yang akan mengetengahkan tentang branding strategy pada sesi kedua. Kegiatan seminar lainnya adalah Diskusi Regional dengan pembicara para Duta Besar, Atase Perdagangan maupun Kepala ITPC, serta yang tak kalah pentingnya adalah Klinik Bisnis oleh para Atase Perdagangan dan Kepala ITPC yang berlangsung pada 29-30 Oktober 2009.
Melalui Forum TTI, diharapkan seluruh jajaran pemangku kepentingan, baik regulator, pengusaha, dan (calon) investor duduk bersama merumuskan cara paling jitu dan tepat untuk meningkatkan daya saing Indonesia di bidang pariwisata (sebagai the most attractive destination country), di bidang perdagangan (sebagai the most competitive supplier of goods and services to the world) dan di bidang investasi (sebagai the most attractive investment opportunities).
Adapun tujuan Forum TTI antara lain memberikan informasi kepada para pengusaha dan pejabat pemerintah tentang arah kebijakan pemerintah dalam peningkatan perdagangan, pariwisata dan investasi Indonesia, dan peranan Ekonomi Kreatif sebagai alternatif dalam membangun ekonomi Indonesia; memberikan informasi tentang peluang dan tantangan ekspor di pasar luar negeri; serta memberikan konsultasi individu melalui klinik bisnis.
Selanjutnya sebagai bentuk apresiasi Depdag kepada media yang selama ini selalu berpartisipasi dan meliput penyelenggaraan TEI, selama TEI 2009 berlangsung, panitia akan menyelenggarakan beberapa kegiatan, antara lain permainan ”Best Kept Secret Hunt”, Pemilihan Produk Ekspor dan Eksportir Terbaik versi media, serta Lomba Tulis & Foto TEI 2009 yang dapat diikuti para wartawan media cetak, elektronik termasuk media online, dan masyarakat umum.
Departemen Perdagangan mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir dan menikmati Trade Expo Indonesia 2009 mulai hari ini hingga tanggal 1 Nopember 2009. Pengunjung tidak dipungut bayaran karena Pameran ini merupakan ajang kebanggaan bangsa yang mengetengahkan produk-produk ekspor terbaik Indonesia.
PAMERAN PRODUKSI INDONESIA 2009 SIAP DIRESMIKAN


Dalam kaitan ini, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai tentang kemampuan industri dalam negeri guna menumbuhkan kecintaan dan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk buatan dalam negeri. Karena itulah, sebagai implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2008, Departemen Perindustrian menyelenggarakan PPI 2009 yang akan berlangsung tanggal 13 – 17 Mei 2009 di Jakarta International Expo – Kemayoran.
Tema yang dipilih pada PPI 2009 adalah “Bersama Membangun Industri Dalam Negeri” dan Sub Tema “Aku Cinta Indonesia”. Tema tersebut mengandung makna bahwa ajakan kebersamaan dalam membangun industri dalam negeri mempunyai dimensi yang sangat luas, strategis dan berwawasan jangka panjang karena pembangunan industri adalah upaya besar segenap komponen bangsa. Disamping itu, penyelenggaraan PPI tahun ini merupakan wahana untuk menggalang dan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menggunakan produk hasil industri Indonesia.
PPI 2009 terdiri dari beberapa kegiatan utama dan kegiatan penunjang. Kegiatan utama meliputi Gelar Produk Unggulan Indonesia dan Peragaan/Visualisasi Kebijakan Industri serta Kemampuan Inovasi Teknologi dengan Icon “Information Communication Technology (ICT)“. Keseluruhan materi yang dipamerkan mengacu kepada kriteria bahwa barang dan jasa adalah diproduksi di dalam negeri dengan menggunakan tenaga kerja sebagian atau seluruhnya warga negara Indonesia, hasil pengembangan teknologi - rekayasa dan desain bangsa Indonesia yang nantinya akan menjadi unggulan ekspor atau prospektif untuk diekspor, serta banyak menyerap tenaga kerja .
Sedangkan kegiatan penunjang PPI 2009 antara lain :
- Seminar bertema : Perilaku Bisnis Mandiri Membangun Industri Dalam Negeri Menghadapi Persaingan dan Krisis Global. Topik-topik yang akan dibahas dalam seminar PPI 2009 antara lain : Teknologi Nano sebagai pilihan strategi rekayasa nanopartikel untuk bahan baku dalam upaya peningkatan daya saing produk dalam negeri, lingkungan hidup yang ramah untuk mendukung pembangunan kompetensi inti daerah, dan pengembangan industri ICT sebagai industri andalan masa depan.
- Lomba Film Animasi dengan tema “Cinta Produk Indonesia” dan lomba Film Animasi Cerita tentang Suasana dan Alam Lingkungan serta Budaya Indonesia. Di samping itu, juga akan diselenggarakan Lomba Karya Tulis (LKT) Teknologi Tepat Guna dalam bentuk aplikasi teknologi yang dapat diimplementasikan oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM);
- Karyawisata bagi Pelajar dan Mahasiswa yang berasal dari Jabodetabek sebanyak 300 orang per hari (total 1200 orang selama 4 hari)
- Malam Penghargaan, dan
- Hiburan.
Jakarta, 12 Mei 2009
PANITIA PENYELENGGARA PPI 2009
DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN


