Terpopuler

Trade Expo Indonesia 2009

dep_dagang

SIARAN PERS
Pusat HUMAS Departemen Perdagangan
Jl. M.I. Ridwan Rais No. 5 Jakarta 10110
Telp/Fax. 021-23528446/23528456

www.depdag.go.id

 

 

 

 

 

Negara non tradisional mendominasi jumlah buyer yang hadir

Jakarta, 29 Oktober 2009 – Memasuki hari kedua penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2009, hingga 28/10 pukul 16.00 WIB, Departemen Perdagangan mencatat transaksi sekitar USD12 juta. Adapun jumlah buyer yang berkunjung dan tercatat sebanyak 2,061 buyer, yakni 23 persen dari pasar tradisional dan 77 persen dari pasar non tradisional.

Produk-produk yang sangat diminati buyer antara lain furniture, kerajinan tangan, TPT, elektronika & peralatan listrik, produk kulit, makanan olahan, herbal, peralatan & perlengkapan kantor serta produk kertas, perhiasan dan asesoris, serta keramik. Di hari kedua, TEI 2009 menyelenggarakan Tur Akademik dengan menerima kunjungan studi dari mahasiswa Universitas Pelita Harapan, Institut Bisnis Informatika Indonesia, dan Prasetya Mulya. Kunjungan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan apresiasi terhadap produk dan jasa Indonesia yang sudah go international, sekaligus melihat langsung praktek perdagangan internasional khususnya promosi ekspor. Para mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi APU dan Hall A menyaksikan produk-produk hasil alam Indonesia yang dikenal dunia seperti kopi luwak, minyak jarak, hasil produk kakao, hingga hasil produk teknologi tinggi seperti pesawat dari PT Dirgantara Indonesia dan panser dari PT Pindad.

Para mahasiswa menanggapi positif kunjungan ini dan telah membuka lebar cakrawala informasi dan pengetahuan bahwa Indonesia memiliki dan menghasilkan banyak produk berkualitas selain migas. Display produk yang menarik, khususnya di APU, juga menambah semangat mahasiswa saat berkeliling di arena pameran. Selain sangat kreatif dan inspiratif, kunjungan ini memberi manfaat dan informasi tambahan bagi para mahasiswa yang hadir.


DISKUSI ASPIRATIF DI Forum ‘Tourism, Trade and Investment’

Forum TTI diselenggarakan sebagai wadah sosialisasi kepada para pengusaha dan pejabat pemerintah tentang arah kebijakan pemerintah dalam meningkatkan perdagangan, pariwisata dan investasi Indonesia. Para pemangku kepentingan termasuk regulator, pengusaha, dan (calon) investor merumuskan upaya-upaya untuk meningkatkan daya saing Indonesia di bidang pariwisata (sebagai the most attractive destination country), di bidang perdagangan (sebagai the most competitive supplier of goods and services to the world) dan di bidang investasi (sebagai the most attractive investment opportunities).

Forum TTI berlangsung pada hari pertama TEI 2009 (28/10) pukul 13.00 - 17.45 WIB dalam dua (2) sesi. Sesi pertama menghadirkan pembicara Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Deputi Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Darmawan. Dari Depbudpar, Menteri Jero Wacik membahas pentingnya peran pariwisata dalam membuka minat dunia luar untuk mengetahui dan mengenal Indonesia lebih jauh. Indonesia memiliki potensi wisata yang sangat beragam, dan menjadikan Indonesia negara tujuan wisata yang populer. Peningkatan layanan dan infrastruktur untuk kenyamanan, serta kepastian keamanan akan memperkuat daya saing pariwisata.

Dari perdagangan, Mendag menyampaikan upaya peningkatan daya saing dan posisi produk Indonesia agar dapat bersaing di pasar internasional, antara lain membahas arah kebijakan perdagangan di masa depan, termasuk membentuk kelembagaan perdagangan yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan dinamika perubahan lingkungan strategis. Sementara BKPM menyampaikan potensi Indonesia untuk investasi asing, meliputi kekayaan sumber daya manusia dan alam, serta fasilitas investasi yang terus ditingkatkan.

Pada sesi kedua, forum membahas branding strategy menampilkan pembicara Shinta Widjaja-Kamdani dari KADIN dan Mr. Tim Riches dari Future Brand Asia Pacific Singapura. KADIN mengemukakan langkah-langkah dalam mendukung promosi perdagangan Indonesia, baik di luar negeri maupun di dalam negeri, dan secara aktif memfasilitasi temu dagang antara perusahaan-perusahaan Indonesia dengan misi dagang dari negara-negara sahabat. Forum TTI diakhiri dengan paparan oleh Mr. Tim Riches mengenai potensi Indonesia dalam meningkatkan nation branding, yang terletak pada pemasaran pariwisata, perdagangan dan investasi, peningkatan konsistensi antara kegiatan politik, sosial dan ekonomi, serta menciptakan hubungan baik dalam mengembangkan citra bangsa.

Forum TTI ini diikuti oleh 600 peserta yang sangat antusias mengikuti jalannya acara. Kegiatan diskusi interaktif lainnya adalah Diskusi Regional dengan pembicara para Duta Besar, Atase Perdagangan maupun Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), serta Klinik Bisnis oleh para Atase Perdagangan dan Kepala ITPC yang berlangsung pada hari ini hingga besok 30/10.

Informasi lebih lanjut hubungi :

Robert James Bintaryo
Kepala Pusat Humas
Departemen Perdagangan
Telp/Fax: 021-23528446/021-23528456
Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Frida Adiati
Kepala Pusat Pengembangan Pasar
Wilayah Amerika dan Eropa, BPEN
selaku Koordinator Humas TEI 2009
Telp/Fax: 021-23528644/021-23528654
Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Trade Expo Indonesia 2009

Pameran Internasional Menampilkan Potensi Indonesia Tanpa Batas

Jakarta, 28 Oktober 2009 – Menteri Perdagangan hari ini, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, membuka secara resmi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-24 di Arena Pekan Raya Jakarta International Expo, Kemayoran. Pameran yang akan berlangsung hingga tanggal 1 Nopember 2009 tersebut memamerkan produk dan jasa dengan kualitas dan standar internasional dari Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan peluang dan kualitas ekspor Indonesia dalam melayani pasar global.

Desain dan acara TEI disiapkan untuk menampilkan potensi Indonesia tanpa batas, mulai dari kekayaan alam hingga sumber daya manusia. Kreativitas dan inovasi juga memberi nilai tambah dan menjadi sumber kekuatan Indonesia dalam memproduksi produk-produk menggunakan merek sendiri.

“Dengan meningkatnya persaingan dunia, Indonesia harus tampil lebih baik; menjaga kualitas dan orisinalitas produk dan jasa. TEI menampilkan keunggulan Indonesia dalam menghasilkan produk dan jasa bermutu serta bernilai tambah. Sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber daya dan warisan budaya tanpa batas, kita memiliki peluang untuk menghasilkan produk yang unik yang diminati pasar internasional. Tantangannya kini adalah bagaimana kita mengolahnya secara bijaksana dan mempromosikannya kepada dunia, dan TEI merupakan wadah yang tepat untuk tujuan tersebut” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela-sela acara konferensi pers seusai acara Opening Ceremony TEI ke-24 di JIExpo Kemayoran.

TEI adalah kegiatan internasional yang telah diagendakan oleh para buyer dari manca negara. Hingga acara pembukaan berlangsung, telah tercatat 7,985 buyer dari 86 negara yang menyatakan kehadirannya di acara ini. Upaya promosi penyelenggaraan TEI juga dilakukan oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang berada di 20 kota di 19 negara, maupun Atase Perdagangan yang berada di 24 negara, dan tentu saja Kedutaan Besar kita di luar negeri. Di antara buyer yang datang, sebanyak 1,039 buyer tergabung dalam misi dagang yang berasal dari 43 negara.

“Upaya pengembangan ekspor lebih dilakukan secara pro-aktif melalui berbagai program yang melibatkan berbagai instansi dan pihak terkait secara menyeluruh dan terpadu, antara lain adalah menyelenggarakan pameran berstandar internasional seperti TEI, mengembangkan dan membuka kelembagaan ekspor di luar negeri seperti Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) untuk mengintensifkan kegiatan promosi bagi produk Indonesia di negara target pasar, meningkatkan volume dan nilai ekspor Indonesia di target-target pasar, juga melakukan diversifikasi pasar dan produk untuk peningkatan dan perluasan pasar ekspor, khususnya ekspor nonmigas,” tegas Mendag.

Berdasarkan daftar kehadiran buyer, tercatat berasal dari 27 negara tradisional dan 59 negara non tradisional. Diversifikasi pasar terbukti efektif membantu upaya Indonesia melalui krisis ekonomi global. Depdag terus menggali peluang di pasar non-tradisonal, serta tetap memelihara kelangsungan perdagangan dengan pasar tradisional. Untuk mengembangkan produk agar memiliki keunggulan, inovasi dan nilai tambah, Depdag juga terus melakukan diversifikasi produk. Pada TEI ke-24 ini, Depdag akan menampilkan 200 produk/merek baru hasil pemberdayaan UKM ekspor, yang berpotensi menjadi alat penggerak perekonomian yang lebih tangguh dalam menghadapi krisis.

Sejak penyelenggaraan TEI ke-21, Depdag aktif melakukan revitalisasi untuk meningkatkan kualitas pameran ekspor Indonesia dan mensejajarkannya dengan pameran-pameran dagang bergengsi dunia. Pengembangkan konsep Anjungan Produk Utama (APU) yang menampilkan produk-produk ekspor unggulan merupakan salah satu agenda utama revitalisasi ini. Pada TEI ke-24, konsep APU akan diperluas ke Hall A dan di arena terbuka.

APU tahun ini menampilkan delapan (8) zona dengan tema berbeda-beda yang menyajikan potensi Indonesia tanpa batas, membuat perjalanan berkeliling APU berbeda dan penuh kejutan. Perjalanan di APU dimulai dari pintu utama melewati magic floor dengan layar LED yang menampilkan peta ekspor Indonesia. Main entrance APU menggunakan partisi yang didesain dari anyaman bambu, menyimbolkan keragaman Indonesia dan semangat Sumpah Pemuda sebagai satu tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia. Salah satu zona di APU adalah Indonesia Destination yang menampilkan kekayaan laut, darat dan budaya Indonesia. Zona selanjutnya adalah Indonesia Hidden Treasure, mengungkap potensi produk Indonesia yang belum banyak diketahui umum. Zona Surprisingly Indonesia, adalah zona yang menampilkan produk-produk strategis Indonesia seperti robot, knalpot purbalingga, dokumentasi pemenang olimpiade science dan jasa penelitian. Zona-zona lainnya yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi adalah zona Undiscovered Indonesia, Indonesia Discovers, Indonesia Opportunity, Indonesia Time to Explore dan zona Bazaar.

“Indonesia terus meningkatkan kualitas produk dan jasanya untuk melayani pasar global. Tidak hanya sebagai produsen, kini Indonesia menerapkan penyelenggaraan event yang memenuhi standar internasional. Panitia bekerja keras meningkatkan dan menjaga kualitas penyelenggaraan pameran, sehingga baik eksportir maupun buyer aman dan nyaman melakukan transaksi di fairground. Penyelenggaraan TEI ke-24 ini juga selaras dengan tujuan Indonesia yang ingin mengokohkan nation branding sebagai bangsa kreatif,” tambah Mendag.

Revitalisasi tahun ke-5 sekaligus tahap akhir, rencananya akan selesai dilakukan saat Trade Expo ke-25 berlangsung pada tahun 2010. Program revitalisasi lain yang dicanangkan di TEI 2009 adalah tercapainya pemanfaatan teknologi informasi secara komprehensif sebagai pendukung pelaksanaan pameran.

Nilai total ekspor Indonesia pada Agustus 2009 mencapai USD10,55 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 8,89 persen dibanding ekspor bulan Juli 2009. Ekspor nonmigas Agustus 2009 mencapai USD8,91 miliar, naik 8,76 persen dibanding bulan Juli 2009. Meskipun ikut terkena imbas akibat krisis ekonomi global seperti halnya negara-negara lain di dunia, nilai ekspor produk Indonesia kembali menunjukkan pergerakan positif sejak awal tahun 2009.

PENGHARGAAN PRIMANIYARTA 2009
Pada acara pembukaan TEI 2009, Menteri Perdagangan juga menyampaikan Penghargaan Primaniyarta 2009 kepada perusahaan-perusahaan eksportir terbaik. Para pemenang adalah perusahaan yang dinilai memiliki kinerja ekspor baik, keuangan sehat, dan tidak tersangkut masalah hukum dalam bidang perbankan, pajak, bea cukai, lingkungan maupun masalah ketenagakerjaan. Ke-26 pemenang tersebut terbagi dalam 4 kategori penilaian, yaitu:
  • Eksportir Berkinerja (12 perusahaan);
  • Pembangun Merek Global (6 perusahaan);
  • UKM Ekspor (6 perusahaan);
  • Pelaku Ekspor Ekonomi Kreatif (2 perusahaan).
Seleksi penerima penghargaan ini telah dilakukan sejak Juni 2009, dan melibatkan Dewan Juri yang berasal dari kalangan akademisi, media, praktisi, asosiasi dagang, institusi pemerintahan serta KADIN.

“Penghargaan Primaniyarta 2009 adalah yang ke-13 kali, dan ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang mengekspor produk dan jasa dari Indonesia dengan prestasi baik. Pemerintah berharap pemberian penghargaan ini akan memotivasi perusahaan Indonesia lainnya untuk selalu kreatif dan inovatif, serta terus meningkatkan kualitas produk dan jasa, khususnya dalam melayani pasar global,” lanjut Mendag.

FORUM ‘TOURISM, TRADE AND INVESTMENT’ DAN DIALOG BISNIS
Rangkaian kegiatan penting lainnya pada TEI ke-24 adalah penyelenggaraan ’Trade Tourism & Investment Forum’ pada 28 Oktober 2009 dengan menghadirkan pembicara antara lain Menteri Perdagangan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata serta Wakil Kepala BKPM pada sesi pertama, serta KADIN dan Mr. Tim Riches dari Singapura yang akan mengetengahkan tentang branding strategy pada sesi kedua. Kegiatan seminar lainnya adalah Diskusi Regional dengan pembicara para Duta Besar, Atase Perdagangan maupun Kepala ITPC, serta yang tak kalah pentingnya adalah Klinik Bisnis oleh para Atase Perdagangan dan Kepala ITPC yang berlangsung pada 29-30 Oktober 2009.

Melalui Forum TTI, diharapkan seluruh jajaran pemangku kepentingan, baik regulator, pengusaha, dan (calon) investor duduk bersama merumuskan cara paling jitu dan tepat untuk meningkatkan daya saing Indonesia di bidang pariwisata (sebagai the most attractive destination country), di bidang perdagangan (sebagai the most competitive supplier of goods and services to the world) dan di bidang investasi (sebagai the most attractive investment opportunities).

Adapun tujuan Forum TTI antara lain memberikan informasi kepada para pengusaha dan pejabat pemerintah tentang arah kebijakan pemerintah dalam peningkatan perdagangan, pariwisata dan investasi Indonesia, dan peranan Ekonomi Kreatif sebagai alternatif dalam membangun ekonomi Indonesia; memberikan informasi tentang peluang dan tantangan ekspor di pasar luar negeri; serta memberikan konsultasi individu melalui klinik bisnis.

Selanjutnya sebagai bentuk apresiasi Depdag kepada media yang selama ini selalu berpartisipasi dan meliput penyelenggaraan TEI, selama TEI 2009 berlangsung, panitia akan menyelenggarakan beberapa kegiatan, antara lain permainan ”Best Kept Secret Hunt”, Pemilihan Produk Ekspor dan Eksportir Terbaik versi media, serta Lomba Tulis & Foto TEI 2009 yang dapat diikuti para wartawan media cetak, elektronik termasuk media online, dan masyarakat umum.

Departemen Perdagangan mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir dan menikmati Trade Expo Indonesia 2009 mulai hari ini hingga tanggal 1 Nopember 2009. Pengunjung tidak dipungut bayaran karena Pameran ini merupakan ajang kebanggaan bangsa yang mengetengahkan produk-produk ekspor terbaik Indonesia.
 

PAMERAN PRODUKSI INDONESIA 2009 SIAP DIRESMIKAN

 bendera
Dalam beberapa tahun terakhir barang-barang impor masih mendominasi sebagian pasar domestik, karenanya produk industri dalam negeri harus terus didorong untuk meningkatkan kualitas dan mampu bersaing dengan barang-barang impor yang sudah terlanjur memiliki segmen pasar tersendiri.perindustrian Logo

Dalam kaitan ini, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang memadai tentang kemampuan industri dalam negeri guna menumbuhkan kecintaan dan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk buatan dalam negeri. Karena itulah, sebagai implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2008, Departemen Perindustrian menyelenggarakan PPI 2009 yang akan berlangsung tanggal 13 – 17 Mei 2009 di Jakarta International Expo – Kemayoran.
 
PPI 2009 direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Rabu pagi tanggal 13 Mei 2009 dengan jumlah undangan sebanyak 2.000 orang diantaranya Para Ketua Lembaga Tertinggi Negara, Anggota DPR, Jaksa Agung, Gubernur BI, Para Gubernur, KADIN, Dubes/ Perwakilan Negara Sahabat, Pemda, Buyers dan undangan lainnya.
 
PPI tahun ini merupakan penyelenggaraan pameran yang ke – 6 kali dan akan diikuti kurang lebih 550 perusahaan/ instansi dengan jumlah stand sebanyak 1.065 stand (100% terisi), di atas area seluas 20.579 m2 (gross) atau terpakai seluas 10.605 m2. Adapun PPI 2009 dihadiri buyers dari 9 negara yaitu dari negara India, Pakistan, Srilangka, Saudi Arabia, Iran, Jepang, China, Amerika Serikat dan Spanyol dengan total sebanyak 132 calon buyers. Produk yang akan dipamerkan terbagi dalam beberapa zona, yaitu Zona Pameran Tematik, Hasil Litbang Industri, Industri Elektronika & Telematika, Industri Alat Angkut, Industri Manufaktur, Industri berbasis Agro, Industri Mebel, IKM menampilkan potensi daerah dan kawasan Industri.

Tema yang dipilih pada PPI 2009 adalah “Bersama Membangun Industri Dalam Negeri” dan Sub Tema “Aku Cinta Indonesia”. Tema tersebut mengandung makna bahwa ajakan kebersamaan dalam membangun industri dalam negeri mempunyai dimensi yang sangat luas, strategis dan berwawasan jangka panjang karena pembangunan industri adalah upaya besar segenap komponen bangsa. Disamping itu, penyelenggaraan PPI tahun ini merupakan wahana untuk menggalang dan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menggunakan produk hasil industri Indonesia.

PPI 2009 terdiri dari beberapa kegiatan utama dan kegiatan penunjang. Kegiatan utama meliputi Gelar Produk Unggulan Indonesia dan Peragaan/Visualisasi Kebijakan Industri serta Kemampuan Inovasi Teknologi dengan Icon “Information Communication Technology (ICT)“. Keseluruhan materi yang dipamerkan mengacu kepada kriteria bahwa barang dan jasa adalah diproduksi di dalam negeri dengan menggunakan tenaga kerja sebagian atau seluruhnya warga negara Indonesia, hasil pengembangan teknologi - rekayasa dan desain bangsa Indonesia yang nantinya akan menjadi unggulan ekspor atau prospektif untuk diekspor, serta banyak menyerap tenaga kerja .

Sedangkan kegiatan penunjang PPI 2009 antara lain :
  1. Seminar bertema : Perilaku Bisnis Mandiri Membangun Industri Dalam Negeri Menghadapi Persaingan dan Krisis Global. Topik-topik yang akan dibahas dalam seminar PPI 2009 antara lain : Teknologi Nano sebagai pilihan strategi rekayasa nanopartikel untuk bahan baku dalam upaya peningkatan daya saing produk dalam negeri, lingkungan hidup yang ramah untuk mendukung pembangunan kompetensi inti daerah, dan pengembangan industri ICT sebagai industri andalan masa depan.
  2. Lomba Film Animasi dengan tema “Cinta Produk Indonesia” dan lomba Film Animasi Cerita tentang Suasana dan Alam Lingkungan serta Budaya Indonesia. Di samping itu, juga akan diselenggarakan Lomba Karya Tulis (LKT) Teknologi Tepat Guna dalam bentuk aplikasi teknologi yang dapat diimplementasikan oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM);
  3. Karyawisata bagi Pelajar dan Mahasiswa yang berasal dari Jabodetabek sebanyak 300 orang per hari (total 1200 orang selama 4 hari)
  4. Malam Penghargaan, dan
  5. Hiburan.
Penyelenggaraan PPI 2009 diharapkan dapat menjadi wahana bertemunya semua pemangku kepentingan terutama dunia usaha, untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin guna mencapai cita-cita bersama yaitu produksi dalam negeri yang berdaya saing kuat yang pada gilirannya mampu menciptakan kesejahteraan bangsa. Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.



Jakarta, 12 Mei 2009
PANITIA PENYELENGGARA PPI 2009
DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN
   
  • Kalender Acara

<<  March 2010  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
  1  2  4
  8  910
15161718
2223
293031    

FASILITAS

Hall A

Hall A
Dimension 144 m x 57.6 m, Floor Area 8.295 sqm..... Selanjutnya »

Pusat Konvensi Semeru

Semeru
Terdiri dari 2 ruangan masing-masing berukuran 26x18m.... Selanjutnya »

Gambir Expo

gambirexpo
Bila anda mendambakan acara outdoor di bawah..... Selanjutnya »

Paket Pernikahan | Bromo

bromowed
Gedung | Ruang resepsi full AC & full karpet..... Selanjutnya »

Paket Meeting

meeting
Rp 230.000,- /nett/person, 2 x coffee break..... Selanjutnya »